Miris Nya Anak Desa Terpencil

Miris Nya Anak Desa Terpencil – Dalam kisah kali ini saya mau berbagi pengalaman dimana pendidikan dalam Negeri kita belim rata. Masih banyak sebenarnya anak – anak di daerah pinggiran sana belum mendapatkan hak nya menerima pendidikan dasar. Disini saya sebagai seorang lulusan S2 Pendidikan di Colombia, ingin berjuang demi penerus bangsa tersebut.

Sejak kecil orang tua saya mengajarkan kalau pendidikan adalah kunci bertahan hidup paling utama. Ketika lama mengambil title di Amerikan (Colombia), saya terkejut ketika di berikan tugas di Indonesia mengajar anak pelosok. Dimana sudah menginjak usia 8 – 10 tahun namun mereka masih belum mengenal huruf dan angka pun tidak lebih dari 10.

Miris Nya Anak Desa Terpencil

Disaat itu saya pun merasa gagal akan apa yg sudah diriku capai ketika mengambil pendidikan sampai ke luar negeri. Sejak berorientasi bersama anak desar pinggiran, aku mulai berupaya agar pemerintah mau menyediakan faslitas pendidikan dasar secara gratis terhadap mereka. Namun sampai sekararang masih belum jelas keputusannya malah di ambang – ambang.

Miris Nya Anak Desa Terpencil, Berkorban Menjadi Guru Tanpa Gajih !

Karena melihat tindakan pemerintah yang tidak ada respon terhadap pendidikan anak dari desa pinggiran tersbut. Maka aku tidak mau menunggu lama, mencari sebuah lokasi dan membangun sarana belajar dengan uang & modal aku sendiri. Tidak cukup sampai disitu saja, kemudian permasalahan selanjutnya adalah belum adanya anggota guru yg mau mengajar disana secara Gratis.

Miris Nya Anak Desa Terpencil

Hingga hati ini rela menjadi guru / pengajar bagi anak – anak itu, setiap kali memberikan edukasi bidang dasar mereka masih agak kesulitan mengerti. Tapi, setelah lewat dari 1 bulan, anak – anak tersebut mulai cepat mengerti bahkan tumbuh rasa penasaran mengenai berbagai materi yg saya berikan. Dan paling seru dari pengalaman itu adalah memberikan mereka eduksi berbahasa Inggris.

Karena lama tinggal di Amerika, saya bisa mengajarkan mereka cara bercakap sehari – hari dalam bahasa Inggris yg benar. Sehingga ketika aku membuat situs dan menceritakan pengalaman ini dalam bentuk artikel, 5 orang teman aku dari Amerika datang dan ingin ikut berpartisipasi dalam memberikan pendidikan di Indonesia secara Gratis. Bagi semua anak – anak di desa – desa pinggiran yg mungkin terlupakan oleh pemerintah.

Kuota Internet Ditanggung Negara

Kabar berita terbaru datang dimana kuota internet ditanggung negara, pemerintah sudah memberikan solusi tepat sehingga mempermudah dunia pendidikan dalam negeri. Pada masa pandemi sekarang ini semua siswa disuruh belajar dari rumah dan guru tetap aktif dalam mengejar sistem online. Namun pada beberapa pekan terakhir, muncul kontra dari pihak siswa dan kaum guru tentang keberatan biaya membeli kuota.

Isusu ini segera dipecahkan oleh pemerintah dengan menggambil tindakan cepat. Proses pendidikan adalah faktor utama dalam membentuk kemajuan bangsa. Karena siswa merupakan aset masa depan dari sebuah negara, sehingga Kementerian Direktur Jenderal Pendidikan mengambil keputusan setelah sepakat dengan anggota lainnya.

Kuota Internet Ditanggung Negara, Siswa dan Guru Diminta Tetap Aktif

Kuota Internet Ditanggung Negara

Direktur Jenderal Pendidikan Jakarta memproses dana untuk pembelian Internet kuota sekitar 7,2 miliar. Dari data yang sudah terkumpulkan, setiap murid SD – SMP – SMA / SMK akan diberikan total kuota sebesar 35GB per orang. Dan di harap kan untuk mempergunakan fasilitas tersebut secara baik & tidak mengambil kesempatan untuk hal diluar pendidikan.

Fasilitas ini akhirnya diberikan pemerintah secara cepat, karena sempat beberapa akhir guru dan murid tidak melaksanakan proses pembelajaran karena alasan kehabisan kuota. Namun pemerintag bertindak cepat sehingga proses pembelajaran di dalam negeri ini tetap akan berlangsung secara baik. Pada masa pandemi ini banyak sekali pihak yang dirugikan.

Diluar dari informasi pendidikan masyarakat juga masih sangat resah dengan metode pembelajaran sistem online. Dimana sebenarnya masih tidak sangat efektif, karena beberapa orang tua banyak protes. Dimana adanya new normal ini sebenarnya sudah bisa bersekolah seperti biasanya. Namun hingga sekarang masih menjadi pertimbangan lagi oleh pemerintah.

Kuota Internet Ditanggung Negara

Mengingat kasus Corona semakin meningkat, dan Indonesia di issue kan menjadi salah satu negara yang menjadi tempat berkembang biak nya Corona. Maka dari itu dari kaum orangtua juga menuai pro & kontra akan adanya pertimbangan tersebut. Demikianlah hal yang bisa kami sampaikan kepada kalian disini, semoga bermanfaat bagi anda semua yg telah membaca.