Putus Kuliah Demi Berjudi

Putus Kuliah Demi Berjudi

Aku adalah mantan siswa dari sekolah bergengsi Limkokwing University Malaysia, namun nekad putus kuliah demi berjudi. Meski saya putus pendidikan karena inginkan mencari uang secara instan & cepat, maka aku memutuskan buat lebih fokus bermain taruhan online. Dan memang cukup besar keuntungan uang dari game tersebut dapat aku raih setiap harinya.

karena keputusan bodoh ku ini, akibatnya hubungan saya dengan keluarga menjadi hancur. Ayah, Ibu, dan saudara saya lainnya tidak suka dengan keputusan yang diriku ambil. Apalagi memang sejarah dalam keluarga kamu, semuanya memegang gelar sarjana dengan predikat pendidikan luar negeri ternama. Hal ini sudah ditanamkan oleh kedu orang tua kami.

Putus Kuliah Demi Berjudi

Sejak masih SMA aku sudah sering mencoba taruhan ini, sebelum akhinya orang tua saya mengirim diriku kuliah ke luar negeri. Yaitu Universitas ternama di Malaysai “Limkokwing”, namun masih ada sebuah kesuksesan na saya raih meski menjadi seorang penjudi. Kini pada usia 18 tahun aku sudah memiliki sebuah rumah elit di kawasan Jakarta Selatan & sebuah mobil Ferri berwarna merah.

Putus Kuliah Demi Berjudi Malah Jadi Pengusaha Muda

Modal nekad dan tidak disetujui oleh semua anggota keluarga saya karena lebih memilih judi dari pada pendidikan di luar negeri. Namun sekarang saya malah menjadi seorang pengusaha muda di usia 18 tahun. Sudah memiliki bisnis online, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Modal usaha yang didapatkan adalah dari bermain pada situs judi online resmi dan terpercaya di Indonesia 2020. Karena sudah sering pasang, maka meraih kemenangan secara muda dan cepat dapat diraih disana.

Putus Kuliah Demi Berjudi

Sebenarnya aku sudah lama tahu kalau ada masa depan yang cerah sudah menanti dari bermain judi ini dan tidak bisa begitu saja dilewatkan. Hingga akhirnya diri ini tidak takut meninggal pendidikan kuliah meski dari universitas ternama di luar negeri. Tapi meski sudah menjadi seorang pengusaha suskes, keluarga ku masih belum bisa menerima sosok diriku. Dan amaish memaksa saya untuk kembalib melanjutkan pendidikan lagi.

Bagaimana menurut kalian, apakah saya harus lanjut berkuliah lagi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *